jaLan waKtu 19
saat jam 12,37 kamu datang, hati terasa meledak dengan rasa gembira membuat sesak nafas, secepatnya kluar dengan menabrak pintu dan orang hampir tersungkur, mesti disumpahi tapi masih bisa tertawa hingga membawa tanya dimata orang itu, saat ini aku tak peduli, secepatnya berlari menuju mobil, tangan dan kaki gemetar segera ingin melihat senyummu, hingga memasukkan kunci ke lubangnya terasa sangat susah harus mengulang sampai puluhan kali, menambah kegugupanku,… lalu ngebut dijalan, mengapa jalan yang sudah ribuan kali kulewati ini jadi terasa padat sekali, kenapa hari ini harus padat lalulintasnya ?, kenapa bukan besok saja?, sekarang aku ingin cepat sampai rumah, serasa berjam-jam dijalan yang hanya satu kilometer jaraknya…ya Tuhan..inikah rasanya kangen? inikah rasanya rindu?
dan…ciiiitttt..sampe dirumah, ribuan nafasku berlari berebutan ingin keluar saat melihat senyummu ada di ujung pintu, (senyum yang dahulu membuatku jadi sombong karena tak ingin melihat senyum yang lain), aku tak bisa keluar dari mobil karena kakiku serasa jadi ribuan ton beratnya, sampai akhirnya pintu mobil terbuka dan suara tawamu yang merdu menerobos masuk gendang telingaku, menyadarkanku, ada kamu dihadapanku..setelah puluhan tahun tak lagi kulihat matamu yang teduh.
kemudian 19 jam bersamamu, memelukmu, mencium harum tubuhmu, tak perlu banyak berkata, karena setiap tatapanmu merangkai ribuan cerita, dan aku tersadar hati ini telah menjadi milikmu, meski mungkin rasamu tak sama, tak apa..
lalu dipagi yang bening dengan cahaya mentari yang masih sedikit kupandangi wajahmu bermaksud melukisnya didalam hati, supaya tak perlu repot lagi jika nanti menjadi kangen, karena sejak hari ini pasti setiap detik akan merasa ingin bersamamu
dan akhirnya seperti ditepi batas waktu saat melihatmu beranjak pergi, kudekap hati dan mulutku dengan kuat supaya tak terlontar kata ‘tetaplah disini’, tak boleh rapuh, karena Tuhan dan keadaan masih bersahabat denganku, kelak pasti kamu datang lagi, memberi sebuah lambaian tangan.
adanya hari itu pasti kutunggu…
seperti bukit itu yang selalu menunggu bibir mentari rebah di peluknya..

kemBali bOcah
hari kemarin
saat bertemu dengan cinta pertama
merasa seperti bocah yang otaknya terbelah
senyum-senyum sendiri
dan berjingkrak-jingkrak
terkadang akal selalu menyesatkan
tetapi hati tak pernah berkhianat
dan sekarang tanpa nafas
aku bisa hidup beberapa detik
tapi tidak tanpamu
karena aku bergerak dengan nafasmu

maWar diatAs baTu
berlarilah ke arahku
supaya kita dapat berjalan bersama
sambil berpegangan tangan
bersama menapakkan kaki-kaki kita dipasir
hingga meninggalkan jejak-jejak langkah berdua
lalu lima belas tahun kemudian
kita dapat melihatnya lagi
jejak-jejak kaki kita menjadi batu
dan tumbuh puhon mawar diatasnya
karena cinta kita telah terjebak di jejak itu
hingga yang tak mungkin menjadi ada

sePerTi poHon jAti
ketika menatap wajahnya
dan melihat sepasang mata penuh pengharapan
dan kecemasan dalam hatinya
akan hidup dimasa datang
hati menjadi resah
antara harapan dan sesuatu yang harus dijatuhkan
hanya bisa memberinya senyuman
supaya dapat membuat tegar
berharap atas apa yang terjadi padanya
bisa membuatnya berbesar hati melihat masa lalu
jangan merasa hati menjadi sakit
atau bahkan merasa luka
jadilah…..
seperti pohon jati di musim kemarau
yang rela menggugurkan daun daunnya
untuk bertahan hidup
meski berat harus tetap terjadi
meski luka harus tetap bertahan

menyesal
menyesal menghilang darimu
hingga membuatmu terluka
dan membenci tahun tahun kita bertemu
karena selalu menggunakan logika
untuk berpikir
menalar
sehingga bertemu dengan orang yang salah
kemudian bertahun tahun melewati sepi
melalui rasa sakit
meninggalkan luka yang tidak mungkin
terhapus oleh waktu
mungkin ini memang rencana Tuhan
untuk semakin mendewasakan
bahwa cinta
harus menggunakan hati
dan perasaan
…….
baru sekarang menyadari
betapa berharganya seseorang
yang pernah datang mengetuk
pintu hati
tak bersatu

kamu pasti awan dan angin
karena sulit kuraba
sia-sia saja merindukanmu
meski begitu tak pernah menyesal
meraih pesonamu lalu jatuh kekaguman panjang
mungkin dunia kita berbatas angan
juga berbatas rasa
keNanGan
saat merasa cinta
ingin memainkan gitar meski tak bisa sama sekali
sebab hati dan mulut selalu bersenandung
meletakkan seseorang kedalam hati kadang menyenangkan
tapi juga mengecewakan
karena ingin selalu memiliki
selalu merasa khawatir
khawatir tak terlihat olehnya
peRut peCah
aneh sekali
seharusnya merasa sakit
ketika tangan tersayat pisau
tapi disini yang terasa
dihati
karena merasa cemburu
sampai perut terasa mau pecah
teRus bErjaLan
malam penuh kunang-kunang
membuat tak lagi gelap
meski tak juga terang
terus saja berjalan
menapakkan kaki telanjang
satu demi satu mengukir pasir
meninggalkan jejak langkah
semoga tak terhapus oleh angin
sebab ada harapan
berharap kamu dapat mengikuti
berjalan menuju kearahku
jangan berhenti meski ada badai
bersabarlah
kelak pasti dapat melihat punggungku
punggung yang merindukan
dekapanmu
maka
teruslah berjalan
berjalan kearahku
teGar

duduk seperti sampah
tak perlu lakukan apa-apa
tak usah menunggu telpon yang tidak akan datang
atau sms yang terbawa angin
jangan menangis
terkadang semakin sakit
akan semakin sempurna
meski hati penuh luka
harus melindungi diri dengan duri
kelak..
keadaan akan semakin berbeda
dengan wangi yang berbeda
dan …
perasaan akan semakin baik
seiring dengan waktu
-
Archives
- December 2009 (2)
- November 2009 (3)
- October 2009 (1)
- September 2009 (2)
- August 2009 (1)
- July 2009 (1)
- June 2009 (4)
- May 2009 (7)
- April 2009 (4)
- March 2009 (6)
- February 2009 (5)
- January 2009 (5)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

